Friday, June 16, 2017

Rilis Survei Poltracking Indonesia untuk Pilkada Sulsel

Lembaga survei Poltracking Indonesia saat memaparkan survei dengan tema Menakar Kandidat Potensial Pilkada Sulawesi Selatan 2018 di sebuah hotel, di Meteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017)
JAKARTA - TONRANEWS.COM.  Rilis Survei Poltracking Indonesia menunjukkan, ada empat kandidat kuat bakal calon kepaa daerah Sulawesi selatan.

Ini dihasilkan dari simulasi terhadap 27 kandidat yang bakal maju di Pilkada Sulsel, dari hasil survei tersebut menunjukkan ada empat kandidat kuat bakal calon kepala daerah Sulawesi selatan.

Mereka adalah Nurdin Abdullah, Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Halid, dan Agus Arifin Nu'mang.

Perolehan elektabilitasnya sebagai berikut Nurdin Abdullah di urutan pertama dengan elektabilitas 17,40 persen, disusul Ichsan Yasin Limpo 14,69 persen; Nurdin Halid 13,27 persen, dan Agus Arifin Nu'mang 11,21 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, peta politik menjelang Pilkada Sulawesi Selatan masih sangat dinamis.

"Artinya, potensi terjadinya peralihan dukungan publik dari yang semula memilih, berubah menjadi pemilih kandidat yang lain, sangat mungkin terjadi," kata Hanta, saat memaparkan hasil survei "Menakar Kandidat Potensial Pilkada Sulawesi Selatan 2018" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

Menurut Hanta, hal ini terjadi karena tingkat kemantapan pemilih masih rendah.

Dinamika isu juga akan terus bergulir serta pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voters) cukup tinggi.

Survei menunjukkan, sebesar 23,58 persen responden menyatakan akan memantapkan pilihan calonnya pada Pilkada Sulsel saat masa kampanye.

Sementara, yang mengaku sudah mantap dengan pilihannya sebesar 21,52 persen.

Sedangkan yang mengaku akan menentukan pilihan saat hari H sebesar 8,63 persen.

Adapun yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 26,04 persen.

Saat ditanya kemungkinan berubah pilihan, sebanyak 37,37 persen responden menyatakan masih mungkin.

Yang menyatakan tidak berubah 28,87 persen. Sementara, yang tidak tahu atau tidak menjawab 33,76 persen.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 18-24 Mei 2017 dengan melibatkan 800 responden.

Metode survei yang digunakan yakni stratified multistage random sampling.

Margin of error survei ini sebesar kurang lebih 3,5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : http://nasional.kompas.com
Advertisement
Comments
0 Comments

0 comments