Monday, October 9, 2017

Blusukan ke Bone, Sang Professor Imam Shalat Berjamaah di Tonra




BONE-TonraNews; Setelah memastikan maju dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018, pasangan bakal calon Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman langsung menyambangi Bone dan sekitarnya. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dalam kunjungannya tersebut pasangan NA-ASS ini menemui Andi Idris Galigo mantan Bupati Bone 2 periode, bakal calon Bupati Bone 2018 dr. Rizalul Umar, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya, bahkan pasangan ini mendirikan Posko Pemenangan di Jl. MT Haryono Watampone yang merupakan Posko Pemenangan pertama di Sulawesi Selatan.
Dalam perjalanan kembali dari kota Watampone, waktu shalat Dzuhur tiba ketika rombongan "The Professor"  yang terdiri dari sebuah Bus Executive dan beberapa kendaraan lainnya berada di wilayah Kecamatan Tonra. Rombongan pun berhenti untuk melaksanakan kewajiban shalat Dzuhur secara berjamaah di Masjid Raya Al-Manaar, Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra. Guru Besar Fakultas Pertanian dan Ilmu Kehutanan Universitas Hasanuddin tersebut pun bertindak sebagai Imam dalam shalat berjamaah bersama masyarakat sekitar.
Usai Shalat, bakal calon gubernur Sulawesi Selatan menyempatkan bersilaturrahim dengan warga masyarakat. Melihat kondisi Masjid Al-Manaar yang sedang dalam proses pembangunan, Bupati Bantaeng ini pun langsung memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 10 Juta, beserta beberapa Al-Quran dan Mukenah untuk inventaris masjid. Sumbangan yang diberikan secara spontan tersebut diterima langsung oleh Drs. H. Saguni selaku Bendahara Pembangunan Masjid disaksikan oleh Kepala Desa Bulu-Bulu Drs. H. Muh Arif Rachman dan Staff Pemerintahan Desa Bulu-Bulu beserta jamaah yang hadir. Rombongan The Professor pun melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Libureng yang merupakan kampung kelahiran Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Desa Bulu-Bulu mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pasangan NA-ASS atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut akan sangat berarti untuk kelanjutan pembangunan masjid yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 1.5 milyar. “Pak Prof hanya menitipkan pesan untuk senantiasa meramaikan masjid, sama sekali tidak ada pesan khusus untuk mendukung beliau” ujar H. Muh. Arif yang telah menjadikan tradisi shalat berjamaah di masjid bagi aparat pemerintahan Desa Bulu-Bulu yang dipimpinnya.
Tak lama berselang, foto bersama jamaah Masjid Al-Manaar Kecamatan Tonra dengan Sang Professor pun muncul di media sosial khsusnya facebook disambut komentar antusias dari penggiat dunia maya. Beberapa netizen memberikan komentar “Inimi Professor AndalanGku Saya” beserta 2-3 jempol serta like. “Saya tidak sempat shalat berjamaah di masjid hari ini karena terlambat pulang dari empang” komentar Mursalim salah seorang jamaah yang berprofesi sebagai pengusaha tambak sekaligus pengagum Sang Professor seolah mencurahkan penyesalannya karena tidak bertemu langsung dengan Sang Idola.
Kunjungan The Professor ke Bone pun tidak luput dari kritikan warga karena kecepatan rombongan yang seolah-olah hendak menjadi penguasa jalan umum. “Kemarin, saya bertemu rombongan tersebut di Kawerang Kecamatan Cina. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi bahkan memaksa menyalip rombongan lainnya yang ada di depan sehingga kami yang datang dari arah berlawanan arah terpaksa menghindar ke bahu jalan” ujar salah seorang warga dengan kesal namun tidak berkenan disebut namanya.

Advertisement
Comments
0 Comments

0 comments