Sunday, May 13, 2018

Komunitas Literasi : dari Benur menjadi Kanaera


Tonra-TonraNews.com; Bonelampe merupakan salah satu wilayah pesisir pantai yang indah, pesona pasir putih yang panjang, angin sejuk melambaikan nyiur di sepanjang pantai. Hamparan laut biru dengan Bulu Meru, Bulu Betta Pantai Tete, serta gugusan Pulau Sembilan nun jauh di sana akan membuat pengunjung semakin betah dipermainkan deburan ombak di bibir pantai. Bonelampe merupakan salah satu dusun di Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, sekitar 50 kilometer ke arah Selatan Watampone atau 175 kilometer dari Makassar.

20 tahun lalu, Bonelampe sangat terkenal dengan hasil lautnya. Keberadaan PT. Pusdikari, sebuah perusahaan benur udang yang diresmikan oleh menteri kala itu adalah awal bergeraknya denyut nadi perekonomian warga Bonelampe dan sekitarnya.  Ir. Effendi Sidende yang menjadi pimpinan perusahaan tersebut bahkan mendirikan Taman Pengajian Al-Quran bersama ustadz muda bernama Kamaluddin Marsus yang kini menjadi Pimpinan Al-Quranic Learning Center Sulawesi Selatan.
Generasi dulu masih banyak yang putus sekolah akibat sulitnya akses keluar menuju sekolah menengah, mereka harus berjalan kaki sejauh 3-4 kilometer, angkutan yang tidak menentu dan biaya yang terbatas membuat beberapa anak mundur dari sekolah dan memilih bertarung di tengah laut. Kesulitan air bersih masih tetap mendera masyarakat pesisir di wilayah ini hingga kini.
Tekad untuk sukses telah membuat beberapa diantara mereka pun berhasil, sebut saja Ir. Jusman Rahim yang kini menjadi dosen di Universitas Indonesia Jakarta, Riswal anak muda yang menjadi Ketua Umum Forum Pemuda Bahari Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, serta masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Mereka yang berhasil dirantau kini kembali, bersatu membangun kampung halaman. Benur yang dulu disemai kini tumbuh dan mendirikan taman bacaan masyarakat yang diberi nama Komunitas Anak-Anak Literasi "Kanaera". Kanaera merupakan jenis ikan berwarna merah yang terkenal karena gurihnya sehingga diharapkan nama itu menjadi inspirasi kesuksesan warga Bonelampe dan sekitarnya.
Arie Platonic, salah seorang inisiator terbentuknya taman bacaan ini menuturkan bahwa kegiatan awal taman bacaan ini akan diisi dengan lomba, diantaranya lomba menggambar dan mewarnai yang akan diikuti oleh lebih dari 30 orang anak. "Kami telah menyediakan alat tulis menulis, 23 meja, buku bacaan, puzzle dan beberapa permainan, serta perlengkapan lainnya" ujar Arie yang tak ingin kenangan pahitnya diwariskan ke generasi yang ada saat ini. Arie melanjutkan bahwa penggalangan dana akan dilakukan dengan membuat celengan dari kaleng kaleng kecil untu tiap tiap anak, cukup Rp.500/hari. Selain mengajari mereka untuk menabung, dana tersebut akan digunakan kembali untuk pengelolaan taman baca.
Kegiatan lainnya adalah beberapa orang bertugas untuk membersihkan masjid pada hari Kamis dan Jumat, sedangkan pada hari Ahad pagi mereka akan melakukan gerakan bersih pantai. Jadwal adzan di masjid pun sudah diatur sedemikian rupa agar setiap anak mendapat bagian. Kegiatan membaca akan dilakukan setiap hari mulai jam 4 sore setelah selesai Ashar berjamaah, mereka akan berkumpul dipinggir pantai untuk membaca dan atau bermain, anak-anak akan riang di sela deburan ombak dan hembusan angin semilir.

Butuh banyak biaya, tenaga, waktu serta materi untuk membuat kegiatan seperti ini. Dukungan dari pemerintah dan warga masyarakat mutlak diperlukan. Bagi yang ingin memberikan sumbangsih  dalam bentuk apapun bisa menghubungi Mantahir 085299472317.

mari budayakan membaca dari usia dini karena membaca adalah lentera kehidupan, dari benur menjadi kanaera ...



.











Advertisement
Comments
0 Comments

0 comments